Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Why Leaders Eat Last - Simon Sinek

Daftar Isi [Buka]
Judul: Why Leaders Eat Last
Penulis: Simon Sinek

Why Leaders Eat Last - Simon Sinek

Apa yang Saya dapatkan Dan Akan Saya pelajari???

Hallo selamat pagi Teman Teman hari ini Saya membaca buku yang berjudul "why leaders eat last"

Buku why leaders eat last ini merupakan buku kepemimpinan, yang ditulis oleh Simon sinek, buku ini mengupas tentang apa Sebenarnya leadership.

Jadi menurut Simon sinek didalam buku ini, bahwa leadership, atau pemimpin itu bukan sekedar manage number.

Tapi tentang how to helping eople to thrive and find meaning in their work.

And the numbers will take care of themselves. Unfortunately, many leaders and organizations seem to have lost sight of this fundamental truth.

Simon Sinek explains where we’ve gone wrong and puts out an urgent call for real leaders to step forth to make a positive difference

Dan poin penting di teras Kan lagi Adalah kenapa kita harus menjadi aware or dangerously of balanced .

Simon Sinek Berpendapat jiga bahwa salah satu masalah terbesar di dunia sekarang, adalah karena hanya sedikit jumlah orang yang benar-benar bisa memimpin. Bukan, kepemimpinan ini bukan tentang jabatannya, tapi tentang sikapnya.

Adanya pemimpin sendiri bukanlah suatu hal yang baru muncul pada kehidupan manusia. Sejak dulu, pemimpin sudah ada. Bahkan, kawanan hewan pun memiliki konsep kepemimpinan. Lalu memangnya seperti apa kah sebenarnya seorang pemimpin itu?

A leader is the one who protects ..

A leader is the one who is willing to sacrifice his ego for the others ..

A leader is the one who make the others feel safe ..

Sejatinya, sifat pemimpin ini sudah ada di dalam diri manusia. Sifat pemimpin yang paling natural, adalah seperti seorang ibu yang selalu menjaga anaknya.

Kamu pernah naik pesawat? Pernah mendengar himbauan di dalam pesawat, bahwa kalau masker oksigen muncul, kita diminta menggunakan masker oksigen terhadap diri sendiri dahulu, baru kita bantu anak kita menggunakan masker oksigen?

Kenapa perlu ada himbauan ini? Kalau setiap orang secara natural, dalam keadaan terdesak hanya memikirkan diri sendiri, himbauan ini tidak perlu ada. Namun, himbauan ini ada karena sifat “default”nya orang tua adalah menjaga anaknya terlebih dahulu. Itulah pemimpin.

Sifat “default” ini adalah modal yang dapat kita terapkan saat kita menjadi pemimpin di tempat lain. Namun, hal tersebut harus diasah. Menjadi pemimpin adalah tentang membangun kepercayaan dan relasi. Kepercayaan dan relasi tidak dapat dibangun dalam sekejap.

Semua interaksi-interaksi kecil yang terjadi antara kita dengan orang lain, itulah yang sedikit demi sedikit membangun kepercayaan dan relasi kita dengan orang tersebut. Interaksi mendalam yang memakan lebih banyak energi dan fokus, akan lebih berbekas dan lebih diapresiasi oleh orang lain.

Misal, mengirim chat berisi “Terima kasih telah membantu saya selama ini”, dengan mengirim surat berisi “Terima kasih telah membantu saya selama ini”. Kedua tulisan tersebut sama, tapi opsi kedualah yang membuat kita merasa lebih istimewa, karena kita tahu bahwa effort yang diberikan orang yang mengirim surat tersebut lebih besar dibanding sekadar mengirim chat.

Dan disini ditikungan juga bahwa a company biggest strength doesn't lie in its product / service.

However, loyalty and commitment must be earned. Today, work has become a contractual, transactional relationship in many organizations. Intense competition and layoffs are the norm. Hardly anyone believes in loyalty to a company anymore, much less lifetime employment.