Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wanita Harus Kuat - Retno D.N

Daftar Isi [Buka]
Judul : Wanita Harus Kuat
Penulis : Retno D.N

Wanita Harus Kuat - Retno D.N

Kesempurnaan bagi wanita tidak pernah didapat dengan mudah. Wanita punya banyak versi. Wanita di mata media, di mata sosial masyarakat, di mata agama, atau bahkan wanita di mata keluarga bisa memiliki versi yang berbeda. Versi yang berbeda akan menciptakan perlakuan yang berbeda pula.

Banyak label yang disematkan untuk wanita yang memaksa mereka harus menjadi kuat. Belum terhitung, kenyataan beberapa dari mereka mengalami pelecehan, kekerasan, penindasan, dan lain sebagainya, lalu bagaimana cara mereka agar kuat untuk menghadapinya?

Buku ini dapat membantu kita menjawab semua pertanyaan sesuai versi kita sendiri. Kembali membuka kesadaran tentang wanita yang sejatinya adalah tonggak sebuah peradaban.

Wanita kuat
Selain kuat fisik, wanita juga memiliki mental yang kuat pula.
Kuat fisik, pernah mengamati kegiatan ibu ketika dirumah ngga ? Dari bangun tidur sampai tidur lagi, so many pekerjaan yang bisa ia lakukan yaa. Mereka tidak olahraga lari ataupun gym, tapi dengan tiap hari dia bergerak membuat fisiknya kuat. Terlebih lagi jika di desa, banyak wanita kuat yang mampu mengangkat berat rumput, padi, ataupun beras yang berkilo-kilo.

Wanita yang memiliki perasaan lemah lembut. Dalam berpikirnya wanita selalu dipengaruhi rasa dari hati. Wanita identik dengan sesuatu yang lembut, sensitif, lucu, penuh kasih sayang, merawat, dan perasaan emosional lainnya.

Menangis mampu melembutkan hari dan secara ilmksh mampu mengurangi stres yang dirasakan oleh jiwa.
Menangis seperti proses penyucian, yang mana rasa atas energi negatif dalam diri mampu melebur melaluinya. Kesedihan, kekecewaan, penderitaan, setidaknya semua dapat dikurangi dengan tangisan.

Tetapi perasaan lembut itu bisa menjadi bumerang buat diri sendiri. Kesedihan yang berlarut, meresapi terlalu dalam, hingga akhirnya awal perasaan yang normal berubah menjadi abnormal jika hanya perasaan emosional saja yang diutamakan.

Di buku ini diceritakan tentang lumrahnya wanita di lingkungan masyarakat terutama di desa yaa, hampir semua wanita dibanding-bandingan tingkat ke-rajinannya. Pokonya kalau di desa lumrahnya wanita ya 'sregep'.

Yuhu betul banget jadi wanita memang harus rajin ya, nah dimulai dari pekerjaan yang sederhana misal pekerjaan rumah. Tapi yang saya sesalkan kenapa harus selalu dibandingkan 😂 misal ya di jam 7 pagi si anak tetangga sudah ready dengan jemuran bajunya, dan saya di jam segitu baru pulang abis dari pasar. Hal sederhana itu saja diperhitungkan haha.

Dulu saya sangat stress yaa tiap hari selalu dibandingkan dengan si a si b. Nah tetapi ternyata banyak juga yang ternyata dibandingkan dengan saya. Jadi ini semua anak perempuan di desa dijadikan bahan perbandingan kah ? 🤣

Perbandingan seperti ini masih sering terjadi, terkadang bahkan diri sendiri yang membandingkan. Sering merasa insecure yang tidak berdasar. Pikiran positif sangat penting dimiliki oleh wanita.

Yang dapat diterapkan ialah selalu belajar, berpikir positif, percaya akan kemampuan diri, dan selalu bersemangat untuk wanita yang berdaya.