Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wanita Berkarir Surga - Felix Y. Siauw dan Tim Da'wah

Daftar Isi [Buka]
Judul : Wanita Berkarir Surga
Penulis : Felix Y. Siauw dan Tim Da'wah @Hijabalila

Wanita Berkarir Surga - Felix Y. Siauw dan Tim Da'wah

Apa yang Saya Pelajari dan Praktekkan

Semua berawal dari sejarah. Dimana masa peradaban Yunani, Romawi, India, Cina, bahkan Arab dan Eropa semua melakukan hal yang sama. Pen-diskriminasi-an wanita.

Well, hampir dimana aja sih sebenarnya, di Indonesia juga dulu sama. Bahwa derajat wanita lebih rendah dari lelaki.

Wanita, hanya dianggap sebagai alat. Alat pemuas nafsu. Memang dulu wanita direndahkan sebegitunya karena dianggap membawa bencana.

Hanya karena wanita, lelaki bisa bla bla bla. Itulah mengapa mereka merendahkan wanita.

Sepantasnya wanita hanya alat untuk memuaskan nafsu, hanya babu kasarnya, yang dimana mereka harus nurut lah sama suami/ di beberapa negara "Tuan", harus ini itu, dll.

Dalam suatu agama pun, kita dianggap sebagai pendosa. Kebanyakan pendosa dari perempuan katanya.

Karena sejak dulu, wanita mengalami diskriminasi dalam berbagai bidang kehidupan. Akibatnya, wanita banyak yang trauma karena terlalu tertekan dengan aturan-aturan yang sangat tak menghargai mereka.

Kemudian munculah feminisme yang mengusung gagasan-gagasan untuk menuntut KESETARAAN.

Adanya feminisme ini untuk menyatakan bahwa keberadaan wanita bukan hanya sebagai pemuas, bukan hanya di bekakang, tapi setara. Wanita juga bisa bekerja dan beraktivitas seperti pria.

Akhirnya gagasan ini mampu mengubah alur sejarah. Kini banyak kita jumpai wanita karir yang telah sukses dengan pekerjaannya.

Pada saat itu feminisme bertentangan dengan agama Islam. Feminis menuduh Islam mendiskriminasi wanita.

Adanya batasan aurat, istri yang harus nurut sama suami, atau suami yang boleh mukul istri, poligami, talaq, persaksian, pemimpin bahkan warisan. Itu semua tidak sejalan dengan paham feminis.

Lucunya ada imbasnya sendiri dari feminisme, yaitu menjadi bebas tanpa batas, materi jadi standar kebahagiaan, kecantikan, kekayaan, ketenaran, bersaing lintas gender gitu, dll.

Alhasil ada saja masalahnya. Karena pada dasarnya, wanita berbeda dengan pria, baik kodratnya, kebutuhannya, bahkan tubuhnya berbeda.

Sampai kapanpun kalau kita seperti itu terus kita tidak akan bisa menandingi.

Inilah cara Islam memuliakan wanita.

Pria & wanita dapat berbagi tugas dan berkolaborasi dalam perbedaan, jadi bukan tentang siapa yang kalah atau menang, bukan tentang siapa yang mengendalikan dan yang dikendalikan tapi, tentang menjalankan ketaatan pada Allah sesuai apa yang Allah perintahkan sesuai dengan fitrahnya masing-masing.

Have a good day all!!!!❤️\