Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wabi Sabi - Seni Menemukan Keindahan Dalam Ketidaksempurnaan Penulis: Beth Kempton

Daftar Isi [Buka]
Judul: Wabi Sabi - Seni Menemukan Keindahan Dalam Ketidaksempurnaan
Penulis: Beth Kempton

Wabi Sabi - Seni Menemukan Keindahan Dalam Ketidaksempurnaan Penulis: Beth Kempton

Rahasia wabi sabi di buku ini dijelaskan bahwa penulisnya itu setelah pergi dari jepang menulis buku ini, saat perlahan menyingkap lapis demi lapis misteri, ini yang akhirnya saya pahami: keindahan sejati wabi sabi bukan berada pada segala sesuatu melainkan pada sifat kehidupan itu sendiri.

Wabi sabi adalah respons naluriah terhadap keindahan yang merefleksikan sifat sejati kehidupan, penerimaan dan apresiasi terhadap sifat kefanaan, ketidak sempurnaan, ketaksempurnaan dan ketidak utuhan segalanya dan mengenali anugrah kehidupan yang sederhana, perlahan dan alami.

Prinsip - prinsip yang mendasari wabi sabi bisa mengajari kita pelajaran hidup untuk melepas kesempurnaan dan menerima diri sendiri sebagaimana adanya. Prinsip tersebut memberi kita sarana untuk lari dari kekacauan dan tekanan material kehidupan modern, sehingga kita bisa merasa puas dengan lebih sedikit materi kehidupan modern, sehingga kita bisa merasa puas dengan lebih sedikit materi.

Wabi sabi dari dua kata terpisah, keduanya memiliki nilai estetika yang menedalam, yang berakar pada kesustraan, budaya, dan agama. Wabi adalah menemukan keindahan dalalam kesedarahan, dan kekayaan spiritual serta ketenangan dalam melepaskan melepasaan diri dari dunia materi.

Sabi lebih berhubungan dengan berhubungan dengan bertumbuh dan melapuknya segala sesuatu serta bagaimana penuaan mengubah sifat fisual semua itu. Kedua konsep tersebut penting dalam budaya jepang, tetapi barangkali yang lebih menarik lagi adalah makna yang dimiliki keduanya ketika disatukan menjadi wabi sabi.

Lahirnya wabi sabi hanya hati wabi yang dapat mengenali keindahan sabi, dan ke duanya sudah saling bergandengan selama beberapa generasi. Jika diterlusuri, esensi ajarannya sudah ada sejak berabad-abad lalu, tetapi gabungan wabi sabi baru dikenal sebagai sebuah istilah kira-kira sekitar seratus tahun terakhir. \

Pelajaran hidup yang dapat diajarkan wabi sabi kepada kita, antara lain bisa saya simpulkan berakar pada gagasan berikut:

Dunia terlihat sangat berbeda ketika kita belajar melihat dan merasakannya dari dalam hati. Segala, termasuk hidup itu sendiri adalah fana, tak utuh dan tak sempurna, Karenanya, kesempurnaan itu mustahil dan ketaksempurnaan adalah kondisi alami segala sesutu, termasuk diri kita sendiri. Ada keindahan, nilai dan kenyamanan luar biasa yang bisa ditemukan dalam kesederhanaan.

Wabi sabi itu sebenernya mengingatkan kita bahwa keheningan, kesederhanaan dan keindahan dapat membantu kita untuk sepenuhnya berdiam pada suatu momen di tengah - tengah apapun, dan itu adalah pelajaran bagi kita semua. Dan akhirnya terima kasih semoga bermanfaat.