Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

The Power Of Berpikir Positif - Nufi Wibisana

Daftar Isi [Buka]
Judul Buku: The Power Of Berpikir Positif
Penulis: Nufi Wibisana

The Power Of Berpikir Positif - Nufi Wibisana

Buku ini mengajarkan kita bagaimana berpikir positif setiap berjumpa dengan masalah. Bertahan dalam tekanan penyakit seorang anak jika jangan ditangisi penderitaan anakmu tapi kamu harus kuatkan dia biar tetap semangat dalam menjalani hidupnya.

Ajarkan dia bergaul keluar lingkungan seperti di kuliahkan bair dia tidak tertekan oleh penyakitnya. Setelah beranjak dewasa dia menjadi laki-laki yang tangguh, jauh lebih tenang, jauh lebih bisa berpikir positif, memiliki banyak teman, membangun usaha dengan optimis.

Penyakit dia tidak sembuh total, tapi saya tahu paling tidak juwanya saat ini tidak tertekan, jauh lebih waras dan bebas. Pengangguran itu sebenarnya tidak ada jika misal kita di rumah tetap mengerjakan sesuatu hal yang mendapatkan uang dan ibu rumah tangga pun dia sebenarnya tidak pengangguran tidak di gaji tetapi dia mengurus rumah tangga.

Tetapi persepsi orang saat ini jika di rumah disebut dengan pengangguran. Mencegah terlilit utang adalah dengan cara bergaya sesuai dengan kapasitas kita. PHK seenk-enaknya kerja di pabrik dan mendapatkan gaji banyak, lebih enak dirumah dengan meskipun berpenghasilan sedikit namun tidak tidak dijadikan budak dan bebas mau kerja jam berapa istirahat bebas terus tidak bikin orang tua cemas dan ya kita bisa merawatnya.

Ketika cinta tak berpihak padamu. Putus cinta, jangan terburu-buru jika ingin mengambil keputusan untuk memutuskan hubungan, karena itu bisa menjadi beban masa depan dengan penyesalan. Jangan pernah bosan dalam menjalin hubungan karena itu hal yang lemah dalam menjalin hubungan. Jika kamu menjalin hubungan asmara kamu jangan pernah egois.

Keluarga. Putriku Autis, jika memiliki anak yang ASP kita harus sabar dan tetap semangat mendidiknya karena anak yang ASP biasanya dia memiliki kemampuan khusus. Pasanganku Indigo, kita harus bisa membawanya kehal-hal positif dengan cara ajak dia mengobrol dan mencoba hal-hal baru, apapun, yang penting tidak ada kekosongan. Seperti olahraga, menekuni hobi, jalan-jalan sore berburu kuliner.

Pekerjaan. Pekerjaan menumpuk, jangan terlalu dipaksakan untuk mencari uang banyak karena jika kamu sakit maka itu bisa menjadi beban hidup juga untuk keluargamu terutama ibumu yang bisa menangisi itu. Buat apa kerja keras terus gaji banyak tapi itu merusak badanmu sendiri, kata ibu, itu tidak membuat ibu dan adikmu bahagia.

Stres kerja, niat baik yang tidak dipertimbangkan jangka panjang kadang bakal jadi bumerang untuk diri sendiri. Jika gajimu minim kamu harus mencari usaha tidak Cuma satu karena kenapa, Tuhan itu memberikan kita pintu rezeki itu tidak dari satu puntu melainkan banyak pintu melaikan kita mau percaya dan terus berusaha keras untuk mewujudkannya. Jangan pernah sering mendengar penilaian orang lain atas pekerjaanmu juga tidak menguntungkan bagi perkembangan kariermu.

Berteman. Jika mempunyai teman yang menjerumuskan ketika kamu menolongnya terus dia menipumu maka, bicaralah dengan Tuhan minta hatimu untuk dilapangkan dan memaafkannya semoga saya mendapatkan kebahagian yang jauh lebih baik. jagalah perasaan orang lain jika kamu ingin dijaga juga.

Carilah teman baru biar kamu memiliki wawasan luas dan bisa merubah hidupmu menjadi lebih baik dan carilah yang teman mengajak kita menuju hal positif. Dunia. Sudahilang penderitaan masalalumu yang membuat kamu tidak bisa bangkit. Pasrah adalah kondisi emosional yang paling lapang dan tinggi dari seorang manusia ketika dia sudah berusaha sebisa mungkin.

Sugesti baik, perhatianlah dengan lingkunganmu sekecil apapun itu bisa membuat orang lain bisa menjadi senang meskipun kamu sesibuk apapun itu. Menghagai waktu, utang yang paling susah di balas adalah utang budi, dan menurut saya jika pun kita tidak bisa membalas budi, minimal kita menghargai waktu yang pernah orang lain usahakan untuk kita.

Lapang dadalah ketika kamu di tipu oleh sahabatmu, mungkin itu teguran dari tuhan. Tidak ada yang bisa mengukur rasa sakit seseorang kecuali orang itu sendiri, orang lain hanya mengira-ngira, yang merasakan tetap kita sendiri.

Jangan menggenderisasi air mata, Air mata laki-laki yang menangis itu bukan berarti dia lemah, terkadang justru itu adalah saat dimaan dia benar-benar jujur. Kita tidak berhak menghakimi cara orang lain memaafkan masa lalunya. Sama halnya kita tidak berhak menghakimi jika ada laki-laki yang menangis untuk alasan apa pun. Sekian terima kasih.