Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seni Berbicara - Larry King

Daftar Isi [Buka]
Judul : Seni Berbicara
Penulis : Larry King

Seni Berbicara - Larry King

Cara terbaik untuk mengatasi rasa malu adalah dengan mengingatkan diri sendiri bahwa kita semua adalah manusia, dan karena itu kita tidak perlu gugup ketika berbicara dengan siapapun.

Orang yang kita ajak bicara akan semakin menikmati percakapan jika mereka tahu bahwa kita juga menikmati percakapan tersebut.

Kita dapat menjadi pembicara yang baik jika kita mampu mengatasi kekhawatiran diri kita sendiri dan menjadi terbiasa dengan suara kita sendiri. Cara memecah kebekuan dengan orang yang pertama kali kita ajak bicara ialah dengan membuat mereka merasa nyaman.

Cara membuka percakapan dengan orang lain ialah dengan membicarakan topic yang diketahui oleh orang lain tersebut. Cobalah membuka dengan topik yang sedang hangat di masyarakat, atau bahkan mengenai hewan peliharaan, atau anak-anak.

Hindari pertanyaan ya atau tidak karena itu sama saja dengan mencari jalan buntu.

Hukum pertama percakapan ialah jika Anda ingin belajar banyak hari ini, Anda harus melakukannya dengan mendengarkan. Dan jangan pernah menanyakan kabar seseorang jika Anda tidak benar-benar peduli dengan jawabannya. Perhatikanlah jawaban orang lain. Orang yang kita ajak bicara selalu lebih memperhatikan diri mereka sendiri dibandingkan diri kita.

Bahasa tubuh sama halnya dengan bahasa lisan. Jika terjadi secara alami, bahasa tubuh akan menjadi bentuk komunikasi yang sangat efektif. Jika dibuat-buat, akan tampak palsu.

Buatlah dan pertahankan kontak mata yang baik akan membuat kita menjadi pembicara yang hebat di mana pun. Tapi jangan terus-terusan karena banyak orang yang merasa kurang nyaman jika terus-terusan.

Perliharalah kontak mata jika teman bicara kita sedang berbicara atau ketika kita menajukan pertanyaan. Jangan pernah memalikngkan mata ke awing-awang, melewati punggungnya,jelalatan, seakan mencari orang lain.

Hal-hal mendasar: Langsung dan terbuka, dan jadilah pedengar yang baik. Bicaralah dengan jelas, lihat siapa lawan bicara kita, apakah mereka mengerti atau tidak apa yang kita ucapkan. Jangan sia-siakan waktu, jangan bertele-tele. Jangan mencoba menjadi pusat perhatian dalam pertemuan itu dengan ngomong sendiri.

Seni menjual: ketahuilah apa yang sedang kita jual dan tutuplah negosiasi penjualan kita- jangan terus menjual.

Menjual diri sendiri: Jadilah kelebihan kita! Persiapkan hal-hal pokok yang ingin kita sampaikan mengenai diri kita. Bertanyalah!

Karakteristik yang kita cari dalam diri pelamar kerja: sikap terbuka, antusias, perhaian, dan bersedia ber

Cara bicara dengan atasan: tidak perlu bersikap berlebihan, sampai merendahkan diri atau menjilat. Dekatilah atasan kita dengan sikap terbuka.

Cara bicara dengan bawahan: beri instruksi-instruksi yang jelas, pastikan mereka memahaminya dan tentukanlah batas waktu yang jelas. Dorong mereka untuk bertanya agar kita yakin mereka memahami apa yang harus mereka lakukan dan kapan harus diselesaikan

Jangan mempermainkan anggota stag kita dengan mengunkapkan kekecewaan kita kepada seorang bawahan lain dan menggunakan mereka untuk menyampaikan pesan kita.

Bantuan dari asisten: tunjukkanlah horat dan penghargaan terhadap kompetensi dan pengetahuan seorang asisten.

Berbicara dalam negosiasi: jika kita pria, kenakanlah setelan abu-abu. Jika kita wanita, kenakanlah gaun konservatif. Pakailah arloji emas mahal dan kunci Phi Beta Kappa jika kita bisa meminjamnya. Penampilan dan bahasa tubuh kita harus menampilkan keberhasilan, bukan keputusasaan.

Bicaralah dengan integritas, profesionalisme, dan humor
Jika kita mengadakan pertemuan, mulailah tepat waktu, berani memutuskan, dan bersikap tegas.

Dalam presentasi: slide sangat membantu untuk menambah apa yang kita katakana dengan apa yang kita lihat oleh audiens. Berlatihlah jauh-jauh hari sebelumnya

Seni mengelak: “bicara banyak tapi tidak ada isinya” jika ingin menghindari pertanyaan atau membuat bingung si penanya.