Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seni Berbicara Kepada Siapa Saja, Kapan Saja, di Mana Saja - Larry King

Daftar Isi [Buka]
Judul : Seni Berbicara Kepada Siapa Saja, Kapan Saja, di Mana Saja
Penulis : Larry King

Seni Berbicara Kepada Siapa Saja, Kapan Saja, di Mana Saja - Larry King

Yang saya pelajari dari buku ini ialah tidak ada orang yang tidak bisa diajak bicara, jika kita memiliki sifat yang tepat.

Walau tiap hari kita melakukannya, sebesar apapun bakat alami kita, sehebat apapun bakat alami yang diberikan oleh Allah, kita masih harus melatihnya agar kemampuan alami tersebut berkembang dengan sempurna. Apalagi jika bakat tersebut baru benar-benar diasah, kita harus berani melawan ketakutan akan kegagalan yang menghantui kita.

Menurut Larry King, ada 4 dasar yang dapat membuat percakapan menjadi berhasil, yaitu kejujuran, sikap yang benar, minat terhadap orang lain, dan keterbukaan terhadap diri sendiri.

Dalam dunia penyiaran atau bidang-bidang bicara apapun, biarkan para pendengar dan penonton merasakan pengalaman dan perasaaan kita. Selain itu, kita juga harus menjadikan pemirsa atau penonton menjadi bagian dari pengalaman kita dengan kejujuran tersebut.

Kemauan untuk berbicara, merupakan unsur dasar lain untuk menjadi pembicara yang baik. Larry King pernah mengalami demam mic, dan sejak saat itu ia membuat komitmen bagi diri sendiri bahwa ia akan tetap berbicara, serta akan meningkatkan kemampuan berbicaranya dengan melatih kemampuan tersebut dengan serius.

Kita dapat melakukan latihan sebagai pembicara dengan buku-buku petunjuk, video-video pembicara, bahkan dengan berbicara sendiri di seputar tempat tinggal kita. Bahkan Larry King menganjurkan kita untuk berlatih berbicara dengan hewan piaraan!

Karena kita jadi tidak perlu khawatir akan dibantah atau diinterupsi. Selain kemauan, kita juga memerlukan perhatian yang dalam kepada orang lain, dan keterbukaan diri kepada orang lain. Perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka. Kita juga senantiasa harus mengingat bawa setiap orang adalah ahli dalam suatu hal. Hargailah keahlian itu.

Nah ada cara terbaik untuk mengatasi rasa malu yaitu dengan mengingatkan diri sendiri bahwa kita semua adalah manusia, dan karena itu kita tidak perlu gugup ketika berbicara dengan siapapun.

Orang yang kita ajak bicara akan semakin menikmati percakapan jika mereka tahu bahwa kita juga menikmati percakapan tersebut. Kita dapat menjadi pembicara yang baik jika kita mampu mengatasi kekhawatiran diri kita sendiri dan menjadi terbiasa dengan suara kita sendiri.

Cara memecah kebekuan dengan orang yang pertama kali kita ajak bicara ialah dengan membuat mereka merasa nyaman. Cara membuka percakapan dengan orang lain ialah dengan membicarakan topic yang diketahui oleh orang lain tersebut.

Cobalah membuka dengan topik yang sedang hangat di masyarakat, atau bahkan mengenai hewan peliharaan, atau anak-anak. Hindari pertanyaan ya atau tidak karena itu sama saja dengan mencari jalan buntu.

Hukum pertama percakapan ialah jika Anda ingin belajar banyak hari ini, Anda harus melakukannya dengan mendengarkan. Dan jangan pernah menanyakan kabar seseorang jika Anda tidak benar-benar peduli dengan jawabannya. Perhatikanlah jawaban orang lain. Orang yang kita ajak bicara selalu lebih memperhatikan diri mereka sendiri dibandingkan diri kita.

Bahasa tubuh sama halnya dengan bahasa lisan. Jika terjadi secara alami, bahasa tubuh akan menjadi bentuk komunikasi yang sangat efektif. Jika dibuat-buat, akan tampak palsu.

Buatlah dan pertahankan kontak mata yang baik akan membuat kita menjadi pembicara yang hebat di mana pun. Tapi jangan terus-terusan karena banyak orang yang merasa kurang nyaman jika terus-terusan. Perliharalah kontak mata jika teman bicara kita sedang berbicara atau ketika kita menajukan pertanyaan. Jangan pernah memalingkan mata ke awing-awang, melewati punggungnya,jelalatan, seakan mencari orang lain.

Bersikap terbuka juga penting, cari minat yang sama dalam diri rekan bicara. Dan, dengarkan selalu.

Cara menggiring percakapan yaitu pilihlah topik yang dapat melibatkan semua orang, mintalah pendapat, bantulah orang yang paling pemalu dalam kelompok, jangan memonopoli percakapan, jangan mengintrogasi, pancing pendapatnya.

Semua point tadi dapat kita pelajari dan terapkan mulai sekarang. Anggap saja setiap percakapan sebagai sebuah kesempatan. Dan selalu ingat, jika merasa tidak ahli dalam berbicara, yakinlah bahwa kita bisa menjadi ahli. Dan jika sudah merasa pandai berbicara, bisa melakukannya dengan lebih baik lagi.

Thank you