Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sang Penjaga Waktu - MITCH ALBOM

Daftar Isi [Buka]
Judul Buku : Sang Penjaga Waktu
Penulis : MITCH ALBOM
Sang Penjaga Waktu - MITCH ALBOM

Buku ini merupakan sebuah novel karya Mitch Albom. Mitch Albom membuat kisah sang penjaga waktu ini menjadi fabel yang sarat hikmah dan inspirasi.

Waktu selalu diinginkan oleh siapapun di dunia ini. Manusia menginginkan banyak waktu untuk dirinya, bahkan hingga ada yang menginginkan keabadian hidup, seperti yang terjadi pada Victor. Ada Sarah pula yang menginginkan waktu berjalan lambat saat ia bersama Ethan. Tak ada yang pernah tahu bagaimana cara waktu bekerja, membalikkan hari-hari menjadi sebuah anugerah atau musibah bagi manusia yang menjalaninya.

Mitch Albom menuliskan dengan baik berbagai sifat manusia seperti yang tergambar dalam kelima tokohnya : Dor, Alli, Nim, Sarah dan Victor. Dor yang selalu sibuk dengan waktu, hingga ia melewati setiap waktu yang seharusnya ia jalani bersama istrinya. Alli yang lembut dan penurut pada suaminya. Nim yang haus akan kekuasaan, menghitung setiap ambisi menjadi sebuah impian yang harus diwujudkan.

Saat itulah ia tak akan pernah menjadi puas. Sarah yang lugu dan perasa, baginya cinta menjadi yang utama, diabaikannya perasaan ibunya. Victor yang perencana dan selalu menang. Selama ini ia tak pernah menjadi pecundang yang kalah dalam strategi, maka disiasatinya segala masalah termasuk mempause atau memberhentikan takdir untuk sesaat dirinya dengan krionika.

Kelima tokoh itu membuat saya jadi tersadar ada banyak ambisi yang dimiliki manusia perihal waktu. Waktu menjadi momok menakutkan bila tak berjalan sesuai keinginan. The Time Keeper mengajarkan makna untuk menghargai waktu yang kita punya, hingga tak ada lagi yang perlu kita sesali nanti.

Setelah membaca buku ini, sejujurnya saya seperti mendapat tamparan keras di pipi, karena saya adalah salah satu orang yang sering mengeluh tentang waktu. Mungkin perihal biasa, karena hanya ia satu-satunya alasan yang buat saya ‘layak’ untuk disalahkan jika kerjaan terlalu banyak tenggat terlalu cepat, urusan tak terkendali lagi. Padahal waktu adalah hadiah.

Buku ini mengantarkan kita dalam pemahaman baru dalam memandang bagaimana waktu berlalu. Bahasa yang filosofis, terjemahan yang manis dan kekuatan kata-kata di dalamnya yang membuat saya menyukai buku ini. Tiga tokoh utama dalam cerita ini, yaitu Dor, Sarah dan Victor mencerminkan sikap dan watak manusia yang tak berubah meski jaman telah berganti. Semenjak kita mulai bisa menandai waktu, kita selalu merasa kehabisan stok waktu itu sendiri. Tak jarang kita sendiri berharap memiliki waktu yang tak terbatas.

“Ada sebabnya Tuhan membatasi hari-hari kita.”
“Mengapa?”
“Supaya setiap hari itu berharga.”

Kepandaian penulis dalam menyatukan para tokoh utamanya juga diceritakan dalam kisah yang unik, mereka yang tak pernah bertemu bahkan mengenal satu sama lain dan dari masa yang berbeda ternyata memiliki kisah hidup yang saling berkaitan.

“Manusia saling terkait dalam cara-cara yang tidak dipahaminya-bahkan dalam mimpi-mimpi”

Pelajaran yang saya dapatkan setelah lembar akhir buku ini saya tutup adalah, bahwa kita harus lebih menghargai waktu dengan merayakannya bersama orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita. Bahwa waktu meskipun ada banyak yang diberikan untuk kita, tetap tidak akan cukup untuk dihabiskan memenuhi nafsu kita akan segalanya, kekuasaan, pekerjaan, kekayaan, keabadian, tapi waktu yang sedikitpun akan jauh lebih berharga jika ia dihabiskan untuk menikmati cinta, menikmati hidup itu sendiri tanpa harus mengkhawatirkan waktu yang berlalu.

Liburan yang usai, tahun yang berganti, bulan yang baru, tapi sudahkah kau habiskan hari ini untuk menyapa ia yang mencintaimu ?

Sekian resensi dari saya, semoga bermanfaat.
Terima kasih.