Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan Praktis Menyusun KPI - Arini T. Soemohadiwidjojo

Daftar Isi [Buka]
Judul Buku: Panduan Praktis Menyusun KPI
Nama Penulis: Arini T. Soemohadiwidjojo

Panduan Praktis Menyusun KPI - Arini T. Soemohadiwidjojo

Dalam buku ini menjelaskan tentang key performance indicator atau dikenal sebagi KPI. KPI merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem manajemen kinerja yang diimplementasikan dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

Dengan menerapkan sistem manajemen kinerja, organisasi untuk memastikan agar arah pengembangan organisasi atau perusahaan selaras dengan visi,misi, dan rencana starategi. Selain itu manfaat dari sebuah KPI yang tepat juga akan mencapai kinerja organisasi atau perusahaan dapat terukur sesuai dengan tujuan organisasi atau perusahaan yang tertuang dalam rencana strategi organisasi.

Dibagian saya mempelajari Tentang pendekatan dalam pengukuran kinerja organisasi Dan divisi. Banyak pendekatan yang dapat dilakukan dalam menentukan KPI dan melakukan pengukuran kinerja dilevel organisasi atau divisi.

Pendekatan tersebut disusun dengan menggabungkan beberapa perspektif finansial, proses internal, fokus pada pelanggan, kepuasan karyawan dan masyarakat. Sehingga perspektif tersebut dapat dinilai kinerjanya Secara seimbang dalam sebuah organisasi. Salah satu cara umum yang paling digunakan adalah Dengan mengaplikasikan kerangka kerja manajemen seperti balanced score card.

Yaitu merupakan sistem manajemen perubahan yang dapat digunakan untuk menerjemahkan visi misi organisasi menjadi sasaran startegi hingga action plan.

Pendekatan balanced score card dapat dilakukan pengukuran kinerja berdasarkan empat perspektif sebagai berikut yaitu:

1. Keuangan.
2. Pelanggan.
3. Proses bisnis internal.
4. Pembelajaran dan pertumbuhan learning and growth.

Dengan menerapkan pendekatan BSC ini kita dapat mengahasikan berbagai proses manajemen penting seperti Memperjelas dan menerjemahkan visi dan startegi organisasi, mengkomunikasikan dan mengaitkan berbagai tujuan dan indikator strategis, merencanakan, menetapkan sasaran dan menyelaraskan berbagai inisiatif strategis, meningkatkan umpan balik dan pembelajaran strategis.
Selanjutnya ada six Sigma.

Yaitu quality improvement tools yang berbasis pada penggunaan dan dan statistik. Prinsip dasar six Sigma adalah perbaikan produk dengan melakukan perbaikan proses sehingga proses tersebut berorientasi pada kinerja jangka panjang melalui peningkatan mutu dengan sasaran target kegagalan no atau zero defect.

Penerapan proyek six sigma ini untuk meningkatan kinerja organisasi dilaksanakan dengan menerapkan siklus Lima fase yaitu DMAIC. Yaitu siklus peningkatan kinerja proses yang didasarkan atas data yang terkumpul. Yaitu

Define
Measure
Analyze
Improve
Control

Dan dalam kita menerapkan ini kita dapat
1. Memilih dan menentukan karakteristik kualitas kunci yang berhubungan langsung dengan persyaratan pelanggan.
2. Mengembangkan rencana pengumpulan data.
3. Mengukur kinerja eksisting current perfomance untuk ditetapkan sebagai baseline pada awal proyek awal proyek six Sigma.

Selanjutnya ada ISO 9001, Malcolm baldrige national quality award, kriteria penilaian kinerja unggul BUMN, penilaian kinerja untuk organisasi nirlaba, lalu juga ada perbandingan perspektif kinerja untuk masing-masing pendekatan.