Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nudge: Memperbaiki Keputusan, tentang Kesehatan, Kekayaan dan Kebahagiaan - Richard H. Thaler & Cass R. Sunstein

Daftar Isi [Buka]
Judul Buku : Nudge: Memperbaiki Keputusan, tentang Kesehatan, Kekayaan dan Kebahagiaan
Penulis : Richard H. Thaler & Cass R. Sunstein

Nudge: Memperbaiki Keputusan, tentang Kesehatan, Kekayaan dan Kebahagiaan - Richard H. Thaler & Cass R. Sunstein

Membaca buku ini akan membawa kita pada wilayah pikiran antara psikologi dan ekonomi. Richard Thaler, seorang Profesor di University of Chicago menghadirkan Teori Nudge hingga meraih penghargaan Nobel Ekonomi di tahun 2017.

Dengan memanfaatkan bias kognitif yang ada pada manusia, Thaler berhasil menyusun teorinya dengan baik. Temuannya ini kemudian dianggap sebagai intervensi yang efektif dalam mengubah atau membentuk perilaku seseorang.

Sebelum menerima penghargaan Nobel, Richard Thaler bersama rekannya, Cass Sunstein menulis buku yang berjudul Nudge: Improving Decisions About Health, Wealth and Hapiness.

Secara sederhana, buku ini merupakan sebuah cara untuk mengarahkan orang pada tujuan tertentu tanpa memaksakan batasan pada pilihan yang mereka tentukan.

Di bagian awal buku ini, diceritakan tentang Carolyn. Dialah yang bertanggung jawab atas ratusan kafetaria sekolah. Dia menemukan bahwa makanan yang ditempatkan sejajar dengan pandangan anak-anak lebih banyak dikonsumsi, terlepas apakah makanan itu sayuran atau makanan cepat saja.

Carolyn kemudian mulai mengatur kafetaria sedemikian rupa sehingga makanan yang lebih sehat dikonsumsi lebih banyak. Secara tidak langsung, Carolyn berhasil membuat anak-anak membuat pilihan untuk dapat hidup lebih sehat. Ini juga tak memberi pengaruh pada pilihan yang dimiliki siswa, mereka tetap bisa mengkonsumsi permen atau makanan cepat saji.

Cerita ini membuat Richard Thaler dan Cass Sunstein menjelaskan bagaimana sebuah rancangan desain perilaku dapat memberikan efek pada tiap keputusan seseorang. Carolyn mengerti bila keputusan apa pun yang dibuatnya perihal pengaturan kafetaria, itu akan memengaruhi pola makan sejumlah anak dan kesehatan mereka. Karena itu ia harus memutuskan apa yang terbaik untuk anak-anak.

Paternalisme Libertarian

Paternalisme libertarian adalah penyatuan dua gagasan kepentingan yang umumnya dipandang berselisih: libertarianisme dan paternalisme. Paternalisme libertarian memberikan pilihan untuk terjadinya nudge (dorongan) dalam memberikan pengaruh pada seseorang.

Dalam menciptakan sejumlah pilihan, nudge dapat dilakukan dengan biaya yang sangat terbatas.Untuk kasus anak sekolah, biayanya membutuhkan laci yang lebih tinggi atau menempatkan posisi makanan yang kurang sehat di tempat yang lebih jauh.

Sunstein dan Thaler menyatakan bahwa "aspek libertarian dari strategi kami terletak pada desakan langsung bahwa, secara umum, orang haruslah bebas untuk melakukan apa yang mereka senangi - dan untuk memilih keluar dari aturan yang tidak diinginkan jika mereka ingin melakukannya"

Bagian paternalistik dari istilah tersebut "terletak pada klaim bahwa langkah tersebut adalah sesuatu yang masuk akal pada rancangan yang disusun dalam mempengaruhi perilaku orang untuk membuat hidup mereka lebih lama, lebih sehat, dan lebih baik" Apa yang dilakukan oleh Carolyn adalah contoh dari konsep paternalisme libertarian.

Siswa tidak dilarang makan apa pun yang mereka inginkan, namun pengaturan pilihan makanan seperti itu menyebabkan siswa mengkonsumsi makanan cepat saji lebih sedikit dan makanan sehat lebih banyak.

Para penulis menekankan bahwa paternalisme liberal bukanlah oxymoron, tetapi alternatif jalan tengah, 'jalan ketiga yang sebenarnya' sebagaimana dinamai bab penutup.

Upaya-upaya sebelumnya untuk menemukan jalan tengah antara liberalisme dan demokrasi sosial, seperti gerakan Third Way di tahun sembilan puluhan abad lalu, diliputi oleh banyak pembicaraan, seperti yang ditulis Thaler dan Sunstein.

Gerakan Third Way, yang lahir dari kegagalan sosialisme, mencoba menerapkan ide-ide tradisional yang lebih kanan tentang deregulasi dan privatisasi ke dalam pemikiran demokratis (sosial).

Pragmatisme yang berjalan seiring dengan alternatif jalan tengah berakhir dalam banyak kasus dalam kebijakan teknokratis yang tidak didukung oleh ide-ide politik yang jelas, tetapi tumbuh dari konsensus yang samar-samar. Daya tari

k ideologis dari pemikiran Third Way sulit ditemukan. Apakah hal yang sama berlaku untuk upaya Thaler dan Sunstein Third Way?

Sekarang, apa yang bisa dilakukan oleh Jalan Ketiga tentang krisis ekonomi? Dalam postscriptum, ia mencoba menjawab pertanyaan ini. Solusi mereka adalah menyederhanakan produk keuangan dan membuat pasar lebih transparan.

Senggolan dapat menjadi bagian dari solusi dengan cara informasi dan pilihan disajikan. Investor manusia kemudian akan kurang rentan untuk berpikir bahwa harga rumah akan naik selamanya dan kurang rentan untuk meminjam dan menghabiskan lebih banyak dan lebih banyak dengan membiayai kembali rumah mereka.

Namun, jawaban mereka sebagian besar bersifat pragmatis dan tidak bertujuan menemukan alternatif untuk situasi saat ini dalam hal ide-ide politik baru. Karena itu mereka tampaknya jatuh dalam perangkap yang sama dengan gerakan Jalan Ketiga di tahun sembilan puluhan.

Sekian resensi dari saya, semoga bermanfaat.
Terima Kasih.