Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Masih Belajar - Iman Usman

Daftar Isi [Buka]
Judul : Masih Belajar
Penulis : Iman Usman

Buku ini dituturkan dengan bahasa sehari-hari yang lentur dan asyik untuk disimak dan dipahami. Dilengkapi dengan ilustrasi dan kotak isian yang interaktif, buku ini sepertinya memang menyasar para pembaca milenial dan generasi Z. Pembaca seperti diajak tidak hanya membaca dan berpikir, tapi juga bertindak. Salah satu kotak isiannya memiliki pertanyaan, “Kalau dihadapkan dengan situasi di mana gue DITOLAK, maka gue akan….” Jawaban apa yang sekiranya akan muncul dari pertanyaan tersebut?

Buku ini mengingatkan pentingnya sebuah mindset dalam menjalani kehidupan. Dan untuk tahu jawaban apa yang Iman lontarkan, mungkin kamu harus menguliknya sendiri dalam buku bersampul ilustrasi wajah Iman ini.

Disini juga menjelaskan dengan panjang lebar perihal penolakan sampai-sampai memberikan tiga contoh kejadian dalam hidupnya yang berelasi dengan topik tersebut. Salah satunya adalah Iman yang sedang berkampanye saat mencalonkan diri sebagai Ketua OSIS di SMP-nya. “Ketika giliran gue berdiri di atas podium, gue masih ingat ada seseorang yang melempar sampah makanannya di saat gue menyampaikan pidato,

Iman memulai ketertarikannya pada dunia sosial sejak dini. Pada usia 10 tahun, ia terpanggil untuk membuka perpustakaan kecil di depan rumahnya dan mengajar pelajaran sekolah bagi anak-anak sekitar tempat tinggalnya setelah ia melihat banyak anak-anak yang tidak seberuntung dirinya mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas. Ketika menginjak bangku SMA, ia aktif dalam Forum Anak Daerah Sumbar dalam kapasitasnya sebagai Sekjen guna mengampanyekan hak-hak anak khususnya hak partisipasi anak.

Selain itu ia juga mendirikan Komunitas Anak Kritis Indonesia, sebagai wadah bagi pemuda di Sumbar untuk mengekspresikan diri, mengembangkan potensi dan mengkritik fenomena sosial dengan cara-cara kreatif. Atas perannya dalam mengampanyekan hak anak, pada tahun 2008 Iman dianugerahi Penghargaan Pemimpin Muda Indonesia oleh Presiden RI dan UNICEF Indonesia serta pernghargaan ‘Mondialogo Junior Ambassador’ dari Daimler dan UNESCO di Beijing, Cina.

Pada tahun 2009, Iman bersama teman kuliahnya mendirikan Indonesian Future Leader (IFL) guna mendorong keterlibatan anak muda dalam perubahan sosial. Selain IFL, semasa kuliahnya, Iman juga menggagas sejumlah kegiatan pemberdayaan kepemudaan seperti Kampanye AyoBerbagi, Parlemen Muda Indonesia, dan InspireCast. Atas kontribusi dan kepemimpinannya di bidang pemberdayaan pemuda, Iman dianugerahi berbagai penghargaan baik di Indonesia mapun di luar negeri.

Meski sibuk dengan berbagai kegiatan, Iman tetap berprestasi di sekolah. Semasa SMA, ia lulus dengan predikat Siswa Teladan se-Sumbar dan ‘Asia Pacific Microsoft Innovative Student Award 2009). Semasa kuliah ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya dalam waktu 3.5 tahun dan segala prestasinya membawanya memperoleh penghargaan Mahasiswa Berprestasi Utama Tingkat 1 Nasional tahun 2013 oleh Kemendikbud RI. Ia melanjutkan pendidikan masternya di bidang International Education Development di Columbia University dan lulus dengan IPK 3.90.

Masih Belajar mungkin saja sama seperti kebanyakan buku otobiografi kebanyakan yang berisi kisah hidup seseorang menuju kesuksesan nan penuh tantangan, rintangan, dan juga kata-kata bijak tentang perjuangan

Bisa dikatakan, Masih Belajar menerabas persepsi otobiografi kebanyakan yang tebal dan terlihat membosankan. Selain dibawakan dengan gaya bahasa yang “kekinian” dan fragmen-fragmen isi yang inovatif, buku ini dapat memjadi pilihan bacaan yang menyenangkan untuk disimak sekaligus menggugah tapi tidak menggurui