Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jendral Sudirman Indonesia Merdeka 100% - Ahmad Sarwino bin Zahir dan Agung Mustofa

Daftar Isi [Buka]
Judul Buku: Jendral Sudirman Indonesia Merdeka 100%
Penulis: Ahmad Sarwino bin Zahir dan Agung Mustofa

Jendral Sudirman Indonesia Merdeka 100% - Ahmad Sarwino bin Zahir dan Agung Mustofa

Buku ini adalah buku biografi dari Jenderal Sudirman, panglima tertinggi TNI Indonesia pada masanya. Selain menjadi TNI Jenderal Sudirman juga pernah menjadi seorang guru.

Jenderal Sudirman adalah anak dari Raden Dokrosunaryo dan Turidowati yang ternyata masih keturunan Wedana Rembang Jawa tengah oleh karena itulah hidup Jenderal Sudirman sangat tercukupi saat itu dan dari situlah Jenderal Sudirman diajarkan tata krama dan juga budi pekerti.

Selain itu Jenderal Sudirman juga diajarkan semangat kerja keras dan juga kesederhanaan orang kecil. Jenderal Sudirman juga pernah dididik oleh eyangnya agar Jenderal Sudirman bisa menjadi orang yang tangguh karena eyangnya adalah seorang Patih di Cilacap.

Eyangnya Jenderal Sudirman juga pernah mengatakan bahwa suatu saat nanti pasti Jenderal Sudirman akan menjadi seorang Senopati Perang. Diketahui bahwa Jenderal Sudirman kecil memiliki hobi membaca buku-buku sejarah, salah satu buku yang pernah dibaca oleh Jenderal Sudirman adalah buku dengan judul perlawanan Sultan Agung dan Pangeran Diponegoro.

Saat sudah dewasa, Jenderal Sudirman kemudian menjadi guru di Sekolah Dasar Muhammadiyah yang juga dikenal sebagai Hollandsch Inlandsche School Muhammadiyah Cilacap atau sering juga disebut HIS.

Kala itu gaji yang didapat oleh Jenderal Sudirman sebagai guru sangat kecil, namun hal itu tidak membuat Jenderal Sudirman patah semangat, justru beliau tetap semangat dalam mengajarkan ilmunya kepada anak-anak muridnya.

Beberapa tahun kemudian akhirnya Jenderal Sudirman diangkat menjadi kepala sekolah, hal ini membuatnya bisa mendapatkan lebih banyak uang dari sebelumnya. Saat menjadi guru, Soedirman mendidik murid-muridnya melalui pendekatan moral. Ia kerap menggunakan contoh dari kehidupan mulia para Nabi Muhammad Salallahu 'alaihi wasallam dan kisah wayang tradisional.

Setelah itu ia lalu bertemu dengan seorang wanita yang bernama Siti Alfiyah. Siti Alfiyah merupakan putri seorang pengusaha batik kaya bernama Raden sastroatmojo. Karena Jenderal Sudirman sering bermain kerumah Siti Alfiyah, akhirnya banyak warga setempat yang membicarakan tentang mereka berdua.

Dan akhirnya tibalah saat dimana Jenderal Sudirman melamar Siti Alfiyah dan lamaran pun diterimanya.

Jenderal Sudirman juga menjadi anggota PETA yang mana ini adalah pertama kalinya Jenderal Sudirman masuk kedunia militer, di PETA Jenderal Sudirman diajarkan banyak hal tentang kemiliteran. Jenderal Sudirman juga ikut serta dalam beberapa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah Indonesia seperti Perang Ambarawa 1945, Agresi Militer I dan II.