Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Disruption - Rhenald Kasali

Daftar Isi [Buka]
Judul Buku: Disruption
Penulis: Rhenald Kasali
Disruption - Rhenald Kasali

Apa yang dibahas buku ini?

Cara menyikapi dan menghadapi perubahan di era disrupsi
Perubahan dunia yang begitu cepat melahirkan berbagai terobosan di banyak bidang. Berbagai terobosan ini memberikan solusi yang efektif sekaligus ekonomis terhadap permasalahan yang dihadapi oleh banyak orang.

Di sisi lain, hadirnya terobosan ini dianggap sebagai sebuah ancaman oleh beberapa pihak yang sudah merasa aman dan mapan. Namun, perubahan adalah sebuah keniscayaan yang harus dihadapi agar tidak tereliminasi.

Dalam rangkuman ini Anda akan mempelajari beberapa hal tentang era disrupsi serta cara menyikapi dan menghadapinya.

Hal-hal menarik yang akan Anda pelajari antara lain:
- bagaimana cara menyikapi perubahan yang begitu cepat dan pesat
- bagaimana cara pemain baru mendisrupsi bisnis konvensiona
- apa yang harus Anda lakukan agar tetap bertahan di era disrupsi
- apa saja pola pikir yang harus dimiliki dalam era disrupsi dan
- bagaimana pengaruh disrupsi di berbagai bidang

Disrupsi merupakan sebuah inovasi yang bersifat kreatif sekaligus destruktif
Kemunculan Uber merupakan sebuah bentuk disrupsi karena bersifat kreatif sekaligus destruktif. Uber mampu menjawab kebutuhan banyak orang untuk memperoleh transportasi dengan cara yang mudah bahkan murah.

Namun, disisi lain Uber juga merusak aturan dalam bisnis transportasi yang penuh birokrasi dan juga mengancam eksistensi taksi konvensional.

Sama halnya dengan Uber, berbagai perusahaan berbasis teknologi atau startup di bidang lain juga melakukan hal yang sama. Startup ini menggunakan cara-cara kreatif dan inovatif dalam menjawab berbagai permasalahan dan tantangan. Mereka menggunakan model-model bisnis baru yang sulit dipahami dan dimengerti oleh para incumbent untuk memperoleh penghasilan.

Model bisnis yang kebanyakan menggunakan aplikasi ini mampu memangkas banyak biaya sehingga membuat harga produk dan jasa menjadi lebih murah. Sebuah pasar baru dari masyarakat kelas bawah pun mulai terbentuk karena harga yang ditawarkan relatif lebih murah dengan kualitas yang tidak kalah.

Perlahan namun pasti, pasar kelas menengah dan atas yang selama ini dikuasai oleh para incumbent pun ikut berpindah karena adanya perbaikan kualitas produk secara terus menerus. Akibatnya, para pemain lama mulai kehilangan pasar dan satu per satu mulai bertumbangan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan para incumbent berjatuhan karena tidak mampu merespon cepatnya perubahan. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
- terlalu lama dalam mengambil keputusan;
- tetap bertahan dengan model bisnis lama yang sudah tidak relevan lagi;
- takut mematikan bisnis sebelumnya;
- takut mendapatkan untung yang sedikit di saat masa transisi; dan
- tenaga kerja yang tidak sesuai lagi dengan kebutuhan zaman

Namun, sebagian kecil incumbent ada yang mampu menjawab perubahan ini dan mampu bersaing dengan para pemain baru yang mulai menggerogoti bisnis mereka.

Para incumbent yang memiliki sumber daya yang cukup besar ini melakukan beberapa hal agar tetap bertahan seperti merekrut ahli digital, meniru produk pesaing, mengakuisisi pesaing dan melakukan perlawanan melalui jalur hukum.

Membentuk ulang bisnis Anda (reshape) atau menciptakan produk yang baru (create) merupakan cara terbaik agar bisnis Anda tetap bertahan di era disrupsi Nokia dan Kodak merupakan dua contoh perusahaan besar yang tiba-tiba mengalami kejatuhan karena munculnya android dan kamera digital. Kedua perusahaan ini sama sekali tidak melakukan kesalahan dalam bisnis mereka. Mereka hanya salah dan gagal dalam merespons perubahan yang datang begitu cepat.

Ketika perubahan muncul, perusahaan besar dan mapan ini sebenarnya masih memiliki beberapa pilihan agar tetap bertahan. Mereka dapat membentuk ulang bisnis mereka dengan cara mendisrupsi bisnis lama atau menciptakan hal baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Untuk melakukan hal ini, Anda membutuhkan orang-orang yang tangkas baik secara strategi maupun organisasi. Tangkas secara strategi maksudnya adalah Anda memiliki pemimpin dan para eksekutif yang dapat memahami situasi, mampu membuat perencanaan dengan baik dan dapat mengeksekusinya dengan sempurna.

Sementara itu, tangkas secara organisasi artinya Anda memiliki orang-orang yang bermental pengemudi yang baik (good driver). Seorang pengemudi yang baik adalah orang-orang yang sadar dengan perubahan, mampu beradaptasi dan selalu menjaga organisasi atau perusahaan agar tetap berada di jalur yang benar.

Sebelum Anda memutuskan untuk memformat ulang atau menciptakan suatu hal yang baru, Anda harus mampu membaca sinyal perubahan terlebih dahulu. Gagal dalam membaca sinyal perubahan akan membuat Anda terlambat dalam mengambil keputusan dan berakhir dengan kepunahan.

Pada awalnya, sinyal perubahan terlihat begitu samar sehingga Anda harus benar-benar jeli dalam membacanya. Sama halnya dengan Nokia yang terlambat dalam merespons perubahan karena sama sekali tidak merasa terancam dengan perubahan kecil yang dilihatnya.

Setelah Anda menangkap sinyal perubahan, Anda harus mampu memetakan persaingan dengan para pemain baru. Dengan sumber daya yang Anda miliki apakah Anda bisa memenangkan persaingan atau tidak ? Setelah itu, Anda dapat memutuskan masa depan perusahaan Anda, memformat ulang atau menciptakan sesuatu yang baru.

Untuk menghadapi perubahan Anda harus mengubah mindset Anda terlebih dahulu
Memiliki mindset yang benar merupakan hal terpenting dalam menghadapi sebuah perubahan. Mindset adalah cara berpikir yang harus Anda atur sebelum bertindak atau bersikap. Untuk menghadapi sebuah perubahan, Anda membutuhkan disruptive mindset.

Disruptive mindset adalah corporate mindset. Corporate mindset berkaitan dengan seberapa cepat Anda merespon segala sesuatu. Di era digital yang serba cepat, Anda dituntut untuk merespon segala sesuatu dengan cepat dan juga saat ini juga (real time). Keterbatasan waktu dan ruang bukanlah alasan untuk tidak merespon berbagai persoalan dengan segera.

Selain itu, disruptive mindset juga merupakan growth mindset yaitu pola pikir yang terbuka dan terus bertumbuh. Memiliki growth mindset berarti Anda harus selalu bersikap terbuka, mau menerima perubahan, selalu bersikap proaktif, solutif dan kreatif. Lawan dari growth mindset ini adalah steady mindset yaitu pola pikir yang tetap, pasif dan birokratis.

Ketika Anda sudah memiliki disruptive mindset, Anda akan mampu melihat perubahan yang terjadi di sekitar Anda meskipun perubahan itu sangat kecil. Tidak hanya itu, Anda juga akan mampu merespon berbagai perubahan tersebut dengan cepat dan tuntas.