Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berpikir Dan Bertindak Ala Orang Kaya - Mochtar Prakoso

Daftar Isi [Buka]
Judul Buku : Berpikir Dan Bertindak Ala Orang Kaya
Penulis : Mochtar Prakoso

Berpikir Dan Bertindak Ala Orang Kaya - Mochtar Prakoso

Kaya dan sukses bukanlah sauatu kebetulan. Memang, bisa saja orang menjadi kaya raya setelah mendapatkan warisan dari orangtua, atau berhasil menang lotere dalam jumlah besar. Itu juga bisa dikatakan menjadi kaya.

Di dunia ini setiap manusia terlahir dalam keadaan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut bisa lebih dipersempit lagi pada lingkup keluarga, lingkungan tempat tinggal, kondisi mental, fisik,kecerdasan,bahkan di negara mana mereka lahir.

- Kunci pertama datang dari diri sendiri.
Kekuatan finansial saat ini menjadi suatu standar baku manusia modern. Memiliki kekuatan finansial merupakan sesuatu keharusan pada diri setiap orang dewasa.

- Pikiran adalah pusat segalanya. 
Pikiran manusia merupakan kendali utama diatas semua tindakan. Berpikir merupakan suatu tahap dalam merespons segala sesuatu yang terjadi di sekitar manusia. Pikiran dapat berkembang sedemikian rupa dalam berbagai kondisi yang dibutuhkan. Salah satu yang terkait erat dengan pikiran manusia adalah hasrat. Dalam hal ini, hasrat dapat diartikan sebagai sebuah keinginan naluriah dalam diri manusia.

- Dalam diri manusia modern 
Saat ini telah tebentuk suatu hasrat alami untuk berpikir dan menjadi kaya. Setiap individu akan secara otomatis menerima sugesti alam bawah sadar yang memberinya ketetapan untuk meraih sesuat seperti orang lain pada umumnya.

- Berpikir dan mengambil keputusan
Hampir semua orang sepakat bahwa lahir di keluarga yang kaya merupakan anugerah tersendiri. Namun, lahir dan tumbuh nerkembang dengan materi yang melimpah tidak lantas membuat seseorang diam tanpa usaha apapun. Kekayaan bukanlah sesuatu yang abadi.

- Memilah dan memilih keinginan
Pikiran datang dari suatu keinginan untuk berpikir. Proses berpikir akan sangat ditentukan oleh keinginan yang melatarbelakanginya. Tindakan dimulai ketika tahap awal keinginan telah diputuskan melalui proses berpikir. Keinginan bisa menjadi pisau bermata dua. Hal tersebut merupakan suatu pintu masuk bagi sesorang untuk melakukan suatu tindakan. Dikatakan bermata dua karena setiap tindakan akan memiliki dua nilai sekaligus, yaitu baik dan buruk. namun, kecenderungan nilai tersebut akan dapat diarahan sesuai dengan daya pikir. Sedangkan daya pikir akan kembali kepada keinginan awal.

- Keinginan sebagai fondasi dasar
Ketika seseorang mengatakan, “saya ingin kaya”, maka ornag tersebut secara tidak langusng telah mengunggah suatu mekanisme keinginan ke dalam otak.