Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berani Tidak Disukai - Ichiro Kishimi & Fumitake Koga

Daftar Isi [Buka]
Judul Buku : Berani Tidak Disukai
Penulis : Ichiro Kishimi & Fumitake Koga

Berani Tidak Disukai - Ichiro Kishimi & Fumitake Koga

Di buku ini menceritakan tentang seorang pemuda yang tak mempercayai akan kebahagiaan, tak mempercayai bahwa manusia itu bisa berubah, tapi dia selalu mencari hal itu. Dia kemudian datang ke seorang filsuf, dimana filsuff ini merupakan pakar filosofi Yunani.

Filosof itu kemudian memperkenalkan yang namanya ‘Filosofi lain’
Filosofi ini merupakan hasil pemikiran dari seorang psikolog dari Austria, Alfred Adler namanya. Inilah yang mendasari buku ini juga. Tapi dikemas dengan percakapan antara seorang pemuda dengan filsuf tadi.

Mengapa manusia bisa berubah?
Pemuda berkata, kenapa semua manusia ingin berubah? Jawabannya hanyalah satu, “karena manusia tidak bisa berubah”, ya hal itu bisa masuk di akal juga, karena manusia selalu menginginkan hal yang belum mereka miliki, jika manusia masih menginginkan sesuatu, berarti manusia itu belum memilikinya. Menurut pemuda itu, masa lallu adalah sebab, dan masa kini adalah akibat. Ya, kita yang saat ini dipengaruhi oleh masa lalu kita.

Tapi bagaimana filsuf tadi menjawabnya?
Dia menjawab bahwa, jika kita hanya berfokus pada sebab – sebab di masa lalu yang menyebabkan akibat, akhirnya kita akan tiba pada “determinisme” karena yang dinyatakan ada;ah bahwa masa kini dan masa depan kita sudah ditentukan oleh masa lalu.

Perbedaan sudut pandang antara ‘aetiologi’ 
( studi tentang hubungan sebab akibat ), dan ‘teleologi’ ( ilmu yang mempelajari tujuan dari suatu fenomena tertentu, ketimbang penyebabnya). Pemuda tadi berbicara dari sudut pandang aetiologi, sedangkan sang filsuf berbicara dari sudut pandang teleologi. Menurut filsuf itu, selama kita tinggal di dalamnya ( terdapat kasus depresi contohnya ), maka kita tidak akan mengambil langkah maju.

Sebagai contoh, jika kita mengalami sakit, dan kita pergi menemui dokter, kemudian dokter hanya berkata, “sakit karena bepergian malam tidak mengenakan pakaian hangat”. Lalu apakah kamu puas dengan dokter hanya mengatakan itu saja? Itu jika kamu berfokus pada sebab akibat, tapi tentu kamu tidak akan puas dengan jawaban seperti itu, kamu ingin diberi obat dan disembuhkan.

Trauma itu tidak ada
Teori Adler tidak mengakui adanya trauma, menurut gagasannya tidak ada pengalaman yang dengan sendirinya menyebabkan keberhasilan atau kegagalan kita. kita tidak ditentukan oleh pengalaman kita, namun kita ditentukan oleh arti yang kita berikan pada pengalaman – pengalaman tersebut.