Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Langkah Financial Planner Untuk Diri Sendiri (Khusus Karyawan) - Lufi Trisandi & Iin Susanto

Daftar Isi [Buka]
Judul Buku : 10 langkah financial planner untuk diri sendiri(khusus karyawan)
Penulis : lufi trisandi & iin susanto

10 Langkah Financial Planner Untuk Diri Sendiri (Khusus Karyawan) - Lufi Trisandi & Iin Susanto

Kesalahan-kesalahan yang paling sering terjadi soal uang
1. menganggap bahwa merencanakan keuangan itu tidak penting
2. menabung tanpa tujuan
3. tidak menabung diawal
4. tidak memiliki dana darurat
5. tabungan=dana darurat
6. menabung=investasi
7. investasi=judi
8. menganggapasuransi bukanlah hal yang penting

Hal-hal yang membuat perencanaan keuangan lebih dibutuhkan pada masa sekarang ketimbang pada masa lalu, diantaranya
1. Kesehatan semakin baik
2. Biaya Kesehatan semakin mahal
3. Tetap nyaman di masa tua
4. Teknologi semakin maju
5. Biaya Pendidikan semakin tinggi
6. Inflasi

Dengan melakukan perencanaan keuangan yang baik, hal-hal diatas tidak membebani di masa depan. Berdasarkan jangka waktunya, tujuan keuangan dibagi menjadi tiga::

1. Tujuan jangka pendek : tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam waktu 0-1tahun (contoh membeli ponsel baru,liburan ke bali melunasi utang )
2. Tujuan jangka menengah :tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam waktu 2-5tahun (contoh menikah , membeli kendaraan ,kuliah lagi)
3. Tujuan jangka Panjang : tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam waktu kurang lebih dari 5 tahun (contoh naik haji, Pendidikan anak, dana pensiun )

Menetapkan tujuan keuangan yang bisa dibuat dengan metode SMART, yaitu specific,measurabl, achieveable, realistic, dan time bond.

Contoh:

Ketika berusia 20-24 tahun
- Coba menabung 5-10 persen dari pendapatan kotor
- Miliki sebuah dana darurat sebesar enam bulan biaya bulanan
- Memulai track record atau kredit /pinjaman , bisa dimulai dari kartu kredit
- Membeli atau memperbaiki rumah
- Melakukan investasi untuk pertumbuhan jangka Panjang
- Miliki asuransi yang cukup
- Membuat surat wasiat

Ketika berusia 30-49 tahun
- Anggaran belanja dan biaya-biaya harus diteliti lebih hati-hati
- Mengikuti sertakan perencanaan pajak yang lebih luas
- Menambah dana untuk tabungan /investasi pensiun
- Menabung untuk dana Pendidikan anak
- Memulai perencanaan pensiun
- Mengevaluasi Kembali kebutuhan asuransi
- Mengubah wasiat sesuai dengan perubahan status keluarga

Setelah berusia 50 tahun :
- Melanjutkan penyediaan dana untuk Pendidikan anak, bisa jadi sampai selesai kuliah
- Menambah tabungan pribadi
- Melanjutkan menambah dana investasi
- Investasi untuk jangka Panjang
- Mengkaji Kembali kebutuhan asuransi karena anak-anak sudah keluar dari rumah
- Meninjau Kembali asuransi kepemilikan rumah
- Melakukan perencanaan warisan lebih serius dengan menggunakan wasiat, memindahkan kepemilikan harta dengan cara pemberian