Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Yang Muda Yang Kaya - Basuki Surodjo

Daftar Isi [Buka]
Judul:  Yang muda yang kaya
Penulis: Basuki Surodjo

Didalam buku ini membahas tentang yang muda, yang kaya. Jadilah orang yang tidak bisa ditebak dan penuh misteri dengan tidak suka pamer dan banyak sombong. Rendah hatilah, murah senyum, ramah, friendly dan penuh ilmu.

Kenapa harus kaya diusia muda? Begini mudahnya, jika Anda sedang cari orang untuk gabung jadi pemain sepak bola, siapa yang Anda cari? Anak muda atau orang lanjut usia? Pasti anak muda, kan? Begitu pula dengan jadi kaya. Seharusnya jadi kaya adalah milik anak-anak muda. Bukan hanya punya kalangan usia bau kencur. Dengan demikian bisa jadi inspirasi dan mendorong anak-anak muda lainnya untuk terjun jadi entrepreneur.

Indikator kemajuan sebuah negara dilihat dari seberapa besar jumlah entrepreneur yang ada di dalamnya. Jumlah entrepreneur minimal yang dibutuhkan, yaitu sebanyak 2% dari total jumlah penduduk. Dengan demikian Indonesia butuh minimal 5 juta pengusaha sejati.

Artinya, Indonesia masih butuh lebih banyak lagi anak muda buat jadi pengusaha. Termasuk Saya! Tinggal mau nya bagaimana? Jadi pemain atau penonton saja.

Peluang emas dari serangan internet. Kita kini hidup di era yang serba mudah. Mau melakukan apa pun jadi gampang. Tidak seribet dulu. Inilah yang terjadi: Lapar tinggal klik aplikasi untuk memesan makanan. Tinggal menunggu di tempat, beberapa menit kemudian pesanan tiba.

Tidak seperti dulu, ada urusan dengan teman harus keluar rumah, panas-panasan naik anggkot, dan berdesakan dengan penumpang lain. Kemudahan itu muncul sejak teknologi berkembang pesat. Simpelnya, pada era ini dunia maya sangat ramai! itulah yang jadi peyebab kenapa perusahaan-perusahaan lama tumbang dari para pendatang baru. Internet of things membunuh para pebisnis yang tidak mau melek dengan internet.

Tak perlu bakat untuk jadi pengusaha. Tak usah beralasan "saya engga punya bakat jadi pengusaha" atau "saya orangnya pemalu. Mana mungkin bisa menawarkan produk orang lain?" masih banyak 1001 alasan yang bisa dipakai buat ngeles. Itu terserah mereka. Anda, saya yakin tak masuk dalam golongan pengeluh seperti itu.

Pada sejatinya, Anda punya DNA untuk jadi seorang pengusaha. Tidak peduli bagaimana keadaan Anda hari ini. Hanya saja Anda sudah terkungkung mindset tidak bisa. Ini bukan tanpa dasar. Hal yang menjadi fondasi utama Anda enggan jadi pengusaha adalah sistem pendidikan hari ini yang tak mengarahkan ke sana.

Empat mindset seorang entrepreneur;

Pertama, sukses adalah perjalanan.
Kedua, Totalitas dalam mengerjakanya.
Ketiga,Out of the bok
Keempat, Bergayalah sesuai isi dompet.

Buat Anda yang mau jadi pengusaha. camkan baik2 mindset ini. Ini justru ruang kontrol terhadap pengeluaran Anda. Jika Anda gagal menguasai gaya hidup Anda. Hidup Anda selamanya akan diperbudah dengan life style. kecuali Anda sudah menggapai suatu puncak kesuksesan. Anda berhak untuk menikmatinya.