Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tajir Melintir - Mardigu W.P

Daftar Isi [Buka]
Penulis: Mardigu W.P
Judul: Tajir Melintir

Didalam buku ini banyak sekali langkah untuk menjadi seorang yang bisa tajir, yang pertama pemikiran mencipta hati memimpin ini dalam kehidupan sehari hari, banyak orang berkata bahwa dirinya memiliki puluhan dan bahkan ratusan ide brilian yang dapat menjadikan dirinya miliuner. Bahkan, ketika ide2 tersebut diceritakan dengan singkat Anda bisa menilai bahwa bila ide itu dijalankan, benar benar dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi miliuner. 

Pertanyaan berikutnya yang muncul biasanya adalah "mengapa tak segera dijalankan, kan itu ide yang bagus sekali?" Rata rata jawaban yang biasa didengar adalah "saya belum punya modal untuk menjalankannya" atau Masih menunggu waktu yang tepat. Itulah dua alasan klasik yang paling sering diuangkapkan. 

Pak mardigu juga membahas lebih jauh mengenai penggerak seseorang. Dia menggungkapkan saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan kepada Anda. Menurut Anda, kalau manusia itu terbagi dua kelompok antara ekstrover dan introver, Anda ada di posisi mana? 

Ekstrover yaitu orang yang people person, sedangkan introver lebih senang dengan kesendiriannya. Seorang introver jika ada masalah, biasanya lebih merenung. Sementara, oran ekstrover jika ada masalah biasanya akan mencari atau menghubungi orang lain untuk diminti bantuan. Bahkan, memakai baju saja minta pendapat orang lain. Dengan kata lain, orang introver itu ibaranya seperti orang yang hidup di dalam lingkaran dan hanya orang tertentulah yang diizinkan masuk ke dalamnya. Disisi lain, orang ekstrover sangat terbuka terhadap orang lain. Dia lebih mudah membiarkan orang lain masuk ke dalam kehidupannya sehingga lebih mudah pula baginya untuk masuk ke kehidupan orang lain. Kira-kira Anda diposisi mana? 

Bisakah seorang introver mengajar? Bisa, tetapi belum tentu orang bisa menikmatinya. Tidak natural bagi kaun introver berusaha membuat orang lain suka. Begini sederhanaya, orang introver mendapatkan energi dengan diam dan berbicara dalam hatinya sendiri. introver menjaga jarak dengan keramaian pada saat ada yang dipikirkan. Bagi pak mardigu introver ini, diam menyendiri adalah megisi baterai semangat. Ya buat nya, menarik diri dari keramaian adalah cara mendapatkan energi. Berintraksi sosial itu sangat melelahkan bagi saya. 

Lain halnya dengan orang ekstrover yang mendapatkan energi dari orang sekitar. Mereka menyedot energi dari sosial interaction. Berkumpul itu menyenangkan buat kaum ekstrover. Bukan berarti orang introver tidak berhati, tetapi caranya mengekspresikan diri berbeda dengan ekstrover. Kami lebih personal, tidak massal. Bahkan, pak mardigu menganggap kaum ekstrover itu seperti predator, pengusik kesendirian.

Namun, sekali lalgi bukan berarti introver tidak mau berteman. Berteman itu nilainya mahal. introver temannya sedikit, tetapi jangkanya panjang. Dalam berintraksi jarang basa-basi, langsung ke poin-poinnya.