Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Smart In Leadership - M Suyanto

Daftar Isi [Buka]
Judul: Smart In Leadership
Penulis: M Suyanto

Terima kegagalan sebagai pelajaran, belajar dari kegagalan merupakan label yang seringkali kita hubungkan dengan suatu tindakan yang tidak berhasil. Saat diterapkan, label ini membuat kita dikatakan sebagai orang yang tidak mampu, sehingga hal ini dapat menurunkan semangat kita untuk menjadi orang yang sukses.

Pada saat kita untuk menjadi orang yang sukses. Pada saat kita masih kecil, kegagalan tidak mempunyai makna karena kita tidak mempunyai makna karena kita tidak mempunyai konsep'kegagalan'. Jika kita tidak mempunyai konsen kegagalan, maka kita tidak akan dapat berbicara, menulis dan berjalan.

Karena untuk berbicara, menulis dan berjalan, kita harus melalui kegagalan yang tak terhitung jumlahnya. Demikian juga dalam dunia kepemimpinan, juga dapat meniru kegagalan kita di masa kecil dan kita dapat belajar dari kegagalan tersebut.

Insya Allah kita akan menjadi pemimpin pemimpin paripurna, kepemimpinan gaya surga menurut Peter F Drucker, kepemimpinan tidak terlapas dari kaitan budaya (kultur) yang disandang oleh masyarakat yang dilayaninya. Kultur itu bahkan tampil sebagai bagian terpadu dalam keseluruhan kepemimpinan itu, menjadi semacam bingkai yang lazim disebut gaya (style). Selanjutnya, terdapat terminologi kepemimpinan gaya jepang atau kepemimpinan gaya cina atau kepemimpinan gaya barat dan seterusnya.

Kepemimpinan bertugas mengemban misi bagi lembaga yang dilayaninya, beroprasi berlandaskan budaya, bertugas mengembangkan tiap kegiatan kerja menjadi produktif, membuat agar tiap kerja berprestasi dan berlandaskan nafas, semangat, dan jiwa budaya. Dalam mengelola dampak sosial dan tanggung jawab sosial, eksistensi dan  kegiatan lembaga yang dilayani, pemimpin melakukannya dalam penghayatan terhadap budaya.

Pemimpin calon penghuni surga. Pemimpin harus mengetahui kedudukan dan pentingnya kekuasaan. Sesungguhnya kekuasaan adalah sebagaian nikmati dari Allah. Siapa saja yang menjalankan kekuasaan dengan benar, maka ia akan memperoleh kebahagian yang tidak ada bandingnya dan tidak ada kebahagiaan yang melebihi itu. Siapa yang lalai dan tidak menegakkan kekuasaan dengan benar, ia akan menapatakan siksa karena kufur kepada Allah.

"Keadilan pemimpin satu hari lebih dicintai Allah daripada beribadah tujuh puluh tahun," sabda Rasulallah.

Jangan engkau mencari keridhaan seorang manusia melalui cara-cara yang bertentangan dengan syariah. Maka, Aisyah menulisnya: Aku mendengar Rasulullah bersabda,"Siapa saja yang mencari keridhaan Allah walaupun manusia marah kepadanya, maka Allah akan ridha kepadanya, demikian pula manusia akan ridha kepadanya. Siapa saja mencari keridhaan manusia dengan cara yang dimurkai Allah, maka Allah akan murka kepadanya, demikian pula seluruh makhluk akan marah kepadanya."